SEJARAH DAN FAKTA SINGKAT NUSA PENIDA BALI

Sejarah Nusa Penida Bali – Sebuah perjalanan peradaban Bali kuno sampai menjadi destinasi wisata yang terkenal Nusa penida adalah sebuah Pulau yang ada di ujung tenggara pulau bali yang termasuk dalam wilayah teritori Kabupaten Kelungkung salah satu dari 9 kabupaten dan kota madya yang ada di bali. Nusa Penida merupakan salah satu pulau dari gugusan pulau kecil lainnya yakni Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.

sejarah Nusa Penida

Kegiatan penduduk Nusa Penida

Dari ketiga pulau tersebut, Nusa Penida lah yang memiliki wilayah yang paling luas dengan luas total 2095ha atau 10 kali lipat Nusa Lembongan. Nusa Penida merupakan sebuah pulau (nusa=pulau) yang terletak di sebelah tenggara Bali yang dipisahkan oleh selat badung. Pada abad ke-18 Nusa Penida digunakan sebagai tahanan oleh dinasti gelgel klungkung dibawah pimpinan Kerajaan Majapahit. Untuk diketahui Dinasti Gelgel merupakan sebuah kerajaan dibali yang daerah kekuasaannya sampai ke lombok.

Seiring runtuhnya peradaban majapahit Nusa penida berubah tidak lagi menjadi lokasi pemasyarakatan dimana penduduknya mulai bercocok tanam dengan tanaman yang banyak dibudidayakan adalah padi gage atau padi yang tumbuh di ladang. Padi gage ini adalah komoditas yang paling banyak dijumpai di nusa penida karena nusa penida sendiri adalah daerah kering dimana intensitas hujan tidak seperti di bali. Selain itu banyak juga masyarakat nusa penida yang beraktivitas sebagai nelayan dengan hasil utama mereka adalah ikan dan juga budi daya rumput laut.

Pariwisata Nusa Penida

Pada era 1990 an. Nusa penida mulai banyak dilirik oleh para investor dengan dibangunya dermaga untuk bersandarnya beberapa kapal yang mengangkut para wisatawan untuk menikmati keindahan nusa penida. dan seiring waktu berjalan banyak fasilitas yang dibangun di nusa penida seperti akomodasi hotel dan villa serta sampai saat ini sebuah kapal pesiar mewah setiap hari membawa kurang lebih 400 wisatawan untuk menikmati nusa penida. Nusa penida saat ini berbeda dengan yang dulu. Akses sudah memadai dan juga banyak objek wisata terutama pantai yang dulunya terisolir sekarang sudah mudah di akses.

Leave a Reply