Produksi Sabun Di Timur Tengah

Tips Menerapkan Gaya Minimalis di ApartemenSabun Herbal

Sabun Timur Tengah
Sabun toilet yang keras dengan aroma yang enak diproduksi di Timur Tengah selama Zaman Keemasan Islam, saat pembuatan sabun menjadi industri mapan. Resep untuk pembuatan sabun dijelaskan oleh Muhammad ibn Zakariya al-Razi (854-925), yang juga memberikan resep untuk memproduksi gliserin dari minyak zaitun. Di Timur Tengah, sabun dihasilkan dari interaksi minyak lemak dan lemak dengan alkali. Di Suriah, sabun diproduksi menggunakan minyak zaitun bersama dengan alkali dan kapur. Sabun diekspor dari Suriah, ke bagian lain dunia Muslim dan ke Eropa.
Sebuah dokumen Islam abad ke-12 menggambarkan proses produksi sabun. Ini menyebutkan bahan utama, alkali, yang kemudian menjadi sangat penting bagi kimia modern, berasal dari al-qaly atau “abu”. Pada abad ke-13, pembuatan sabun di dunia Islam telah menjadi hampir industri, dengan sumber di Nablus, Fes, Damaskus, dan Aleppo.
Medieval Europe
Pembuat sapih di Naples adalah anggota sebuah serikat di akhir abad keenam (yang berada di bawah kendali Kekaisaran Romawi Timur), dan pada abad kedelapan, pembuatan sabun terkenal di Italia dan Spanyol. Pejabat kerajaan Carolingian De Villis, yang berusia sekitar 800 tahun, mewakili kemewahan kerajaan Charlemagne, menyebut sabun sebagai salah satu produk yang harus dikelola oleh pelayan kerajaan. Tanah Abad Pertengahan Spanyol adalah pembuat sabun terkemuka seharga 800, dan pembuatan sabun dimulai di Kerajaan Inggris sekitar 1200. Pembuatan sabun disebutkan sebagai “pekerjaan perempuan” dan sebagai hasil “pekerja yang baik” di samping kebutuhan lainnya, seperti hasil karya tukang kayu, pandai besi, dan tukang roti.
Di Eropa, sabun pada abad ke 9 dihasilkan dari lemak hewani dan berbau tidak sedap. Sabun toilet keras dengan aroma yang menyenangkan itu kemudian diimpor dari Timur Tengah.

Bisnis Terbaru

Leave a Reply