Wisata Heritage dan Budaya di Tana Toraja Sebagai Alternatif Liburan Anda

Jika Anda ingin mempelajari lebih dalam mengenai warisan dan budaya Indonesia, Anda bisa melakukan perjalanan wisata heritage dan budaya di Tana Toraja. Mengapa Tana toraja? Pasalnya, masyarakat Toraja masih memiliki dan menjalankan ritual adat yang ketat dan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap nenek moyang. Bahkan masyarakat Baruppu yang tinggal di pedalaman utara Toraja percaya bahwa meskipun secara jasad telah meninggal dunia, arwah para leluhur tetap hidup dan mengawasi keturunannya dari dunia lain http://www.exploretoraja.com/.

Beberapa upacara adat yang masih dilakukan hingga saat ini diantaranya adalah Rambu Tuka atau upacara pernikahan, dan Rambu Solo atau upacara kematian. Rambu Solo biasanya dilaksanakan pada bulan Juni dan Desember. Selain itu, ada pula upacara Ma’nene atau mengganti pakaian jasad leluhur yang telah meninggal yang tentunya bagi sebagian orang terlihat sangat tidak lazim. Selain melihat upacara adat, Anda juga bisa berwisata budaya dengan mengunjungi desa adat KeteKesu yang terkenal dengan rumah adat tongkonannya.

Kurang lengkap rasanya jika perjalanan wisata heritage dan budaya di Tana Toraja tidak mengunjungi komplek makam Londa yang terletak di desa SandanUai. Untuk mencapai gua makam Londa, Anda harus menuruni sejumlah anak tangga. Jangan lupa untuk membawa senter atau Anda bisa menyewa lampu petromak dari penduduk setempat. Di Londa Anda bisa melihat tau-tau atau patung kayu yang dipahat semirip mungkin dengan jenazah yang disemayamkan dan erong atau peti mati kayu yang disangga sedemikian rupa sehingga aman berada di atas tebing.

Beberapa tempat wisata lain di sekitar Tana Toraja seperti desa wisata Batutumongga dan Pango-pango atau pemandian alam Tilanga dan Makula juga patut Anda kunjungi di saat melakukan kunjungan wisata heritage dan budaya di Tana Toraja. Pastikan Anda memiliki waktu yang cukup untuk menjelajah segala keunikan yang ada di Toraja. Jangan lupa juga untuk mencicipi kuliner seperti hidangan pammarasan dan dangkot atau kue depa tori dan jipang, serta berbelanja oleh-oleh khas Toraja seperti tenunan dan ukiran kayu.

Leave a Reply