Burung Cenderawasih Yang Menjadi Ikon Papua Bisa Anda Temui Di Desa Sawinggrai Kepulauan Raja Ampat

cendrawasih raja ampat

Selain hamparan keindahan alam yang dimiliki oleh Kepulauan Raja Ampat, ada sisi lain menarik yang ada di tempat tersebut. Lebih tepatnya di Desa Sawinggrai Kepulauan Raja Ampat, desa ini berada di Kecamatan Meos Mansar. Wisatawan bisa melihat ikon dari Papua yaitu burung cenderawasih yang masih terjaga hingga kini dari dekat di desa ini. Wisatawan yang datang ke desa ini dapat menemukan empat spesies Cenderawasih yang dipelihara disini, yaitu cenderawasih belah rotan atau yang bernama latin Cicinnurus Magnificus, kemudian ada cenderawasih merah dengan nama latin Paradisaea Rubra, lalu cenderawasih besar dengan nama latinnya Paradisaea Apoda, dan keempat yaitu cenderawasih kecil yang bernama latin Paradisaea Minor. Ikon khas dari desa Sawinggrai adalah ada diantara 4 spesies tadi, yaitu cenderawasih merah.
Burung-burung tersebut diperlakukan dengan baik, sehingga nyaman berada di desa ini. Oleh karena itu desa ini memiliki adya tarik yaitu wisatawan dalam negeri maupun luar negeri dapat melihat dari dekat burung ini yang habitatnya masih terjaga sampai sekarang. Disaat musim kawin, burung cenderawasih jantan akan beraksi dengan gerakan yang menyerupai tarian untuk memikat burung cenderawasih betina. Ada hal yang tidak kalah menarik didesa ini, Atraksi yang disukai dan dinikmati oleh semua orang inilah yang bisa menjadikan penduduk di Desa Sawinggrai Kepulauan Raja Ampat tersebut dengan senang hati ikut melestarikan burung cenderawasih dan bertekad untuk tidak melakuka perburuan cenderawasih di hutan mereka.
Jika para wisatawan ingin menikmati tarian burung cenderwasih tersebut, maka wisatawan terlebih dahulu mendaki bukit Manjai Sawinggarai dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Atraksi burung cenderawasih ini menjadi suatu yang ekslusif karena atraksi tarian tersebut tidak bisa ditonton setiap waktu. Burung cenderawasih hanya melakukan tarian di pagi hari pada pukul 7 pagi sampai 9 pagi WIT, kemudian sorenya dari pukul 4 sore sampai 5 sore WIT. Banyak aktivitas yang bisa anda lakukan selain melihat atraksi burung cenderawasih di Desa Sawinggrai Kepulauan Raja Ampat, wisatawan bisa melakukan snorkling atau memberikan makanan kepada ikan-ikan disekitar dermaga. Jika anda ingin menginap di desa ini, maka masyarakat Samunggrai telah mempersipakan homestay untuk para wisatawan yang ingin bermalam di desai ini.
Homestay dibangun diatas laut yang terdapat disekitar dermaga. Anda bisa mengabadikan photo dari homestay yang berada disana, karena homestay yang berada di desa Sawinggrai Kepulauan Raja Ampat tersebut memiliki bentuk yang menarik, mulai dari desain interior sampai eksterior dan dipadukan dengan keindahan alam desa yang memanjakan mata. Untuk harga dari homestay didesa tersebut sekitar 500 ribu per malam per orang. Mungkin harga bisa berubah tergantung kesepakan bersama. Harga tersebut menurut sumber yang didapatkan, bahwa telah termasuk fasilitas 3 kali makan, member ikan makan, snorkling ataupun menonton aksi dari cinderawasih. Entah benar atau tidak mengenai fasilitas tersebut, jika anda berkunjung ke Raja Ampat bisa menjadikan desa ini sebagai petualangan anda di Raja Ampat dan anda bisa bertanya apakah fasilitas yang ditawarkan sepaket dengan homestay tadi benar atau tidak. Jika benar maka sungguh menarik. untuk lebih lengkap anda bisa langsung mengunjungi Raja Ampat Holidays

Leave a Reply