Antisipasi Agar Tidak Tersesat Saat Di Tanah Suci

Hal yang perlu di lakukan ketika akan berangkat ke tanah suci adalah mempersiapkan segala keperluan juga identitas nama sebagai Jemaah haji atau pun umroh. Terlebih banyak sekali yang sedang melaksanakan ibadah umroh dan datang dari berbagai belahan dunia untuk melaksanakan rukun islan yang ke 5. Namun tidak banyak dari itu ketika sampai di tanah suci seseorang Jemaah ada yang tersesat entah bagaimana dengan rombongan bisa terpisah dan kejadian ini selalu ada. Selan karena banyak nya para Jemaah yang berlalu lalang juga dengan luasnya masjid di tanah suci baik di Masjidil Haram maupun Nabawi. Masing-masing memiliki jumlah pintu yang cukup banyak dan akan membuat sebagian Jemaah bingung bagi para Jemaah yang baru pertama kali menginjak tanah suci.

Antisipasi Agar Tidak Tersesat Saat Di Tanah Suci

Antisipasi Agar Tidak Tersesat Saat Di Tanah Suci

Tersesat tidak hanya terjadi ketika sedang melaksanakan rangkaian ibadah haji maupun umroh yang di dua masjid saja, tetapi juga di Mina ketika akan melaksanakan jumroh. Mina merupakan salah satu tempat yang di gunakan untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji ataupun umroh para Jemaah pun akan menginap satu malam di mina sebelum keesokan harinya melaksanakan jumroh. Mina terkenal dengan sebutan kota tenda. Lalu mengapa di juluki seperti itu? Karena disana banyak sekali terdapat tenda yang berukuran dan dengan bentuk yang sama dengan yang lainnya. Itulah mengapa sedikit sulit untuk para Jemaah untuk menghafal jalan ketika akan kembali ke tenda.

Ada kisah nyata : Kisah nyata; Dari lima orang yang membuat janji pertemuan dibawah lampu neon itu, hanya empat orang yang dapat berkumpul, sedangkan yang seorang lagi (orang yang sering ke tanah suci yang tidak perlu saya sebut namanya) tidak kunjung tiba walau sudah ditunggu sampai sholat Subuh selesai. Mau tidak mau harus kita tinggal pulang kembali kepondokan karena sudah waktunya untuk bersih diri dan makan pagi. “Tanpa diduga dalam kondisi kuyuh dan pakaian lusuh, beliau muncul diruang makan sambil marah-marah meskipun dengan nada canda” jelasnya pada media.ikhram.com. “Katanya teman-teman tidak setia karena tidak mau menunggunya” tambah abah yusuf sambil tertawa. Ia bahkan kesulitan mencari tempat yang sudah disepakati sehingga menjadi tersesat tak dapat menemukan jalan untuk pulang ke pemondokan. Pada akhirnya beliau bertemu petugas dari Daker Makkah yang menunjukkannya “jalan yang lurus dan benar” cubil abahYusuf pada temannya itu.

Antisipasi Agar Tidak Tersesat Saat Di Tanah Suci

Antisipasi Agar Tidak Tersesat Saat Di Tanah Suci

Yang harus di perhatikan ketika tersesat di tanah suci : Ikuti Program Umroh Murah Bulan Januari.

  1. Yang bisa para Jemaah yang bisa di lakukan untuk tidak tersesat adalah datang ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi lebih awal dan di banding kan dengan Jemaah lainnya. Karena dengan seperti ini kondisi masjid tidak terlalu ramai di banding kan ketika waktu sholat sudah datang. Usaha kan untuk tidak pergi sendirian, namun di usahakan untuk selalu ersama-sama dengan rombongan.
  2. Nomor pintu Jemaah juga sehausnya mengingat denga betul saat akan masuk ke masjid. Sepakati tempat bertemu di seputar masjid jika terpisah dari rombongan.
  3. Kenali petugas Jemaah jangan ragu untuk meiminta bantuan petugas Indonesia. Mereka berseragam baju biru muda dengan celana biru gelap pada lengan kanan terpasang bendera merah putih dan di lengkapi dengan kartu tanda petugas. Jemaah juga bisa meminta bantuan aparat kepolisian Arab Saudi yang terbesar di seputar masjid. Jika memang petugas yang anda perlukan itu tidak kunjung di temukan.
  4. Tanda pengenal adalah bagian yang paling penting untuk mengenali identitas para Jemaah dan orang yang nantinya akan mudah menunjukkan arah pulang. Setiap keluar dari hotel di usahakan tanda pengenalnya tetap di pakai jangan sampai di lepas. Atau jika sudah dengan rombongan tetapi masih belum tahu arah jaln pulang, Jemaah bisa mengikuti Jemaah dari Indonesia lainnya sehingga anda bisa berkomunikasu untuk menemukan arah jalan pulang.
  5. Lengkapi identitas pribadi Tindakan pencegahan yang penting adalah dengan melengkapi identitas pribadu, , nama jalan, lokasi, dan nomor telepon pondokan. Terlebih lagi, di masing-masing pondokan terdapat petugas haji dan pada kawasan lebih besar dalam istilah sektor.
  6. Kenali tanda di pondokanJamaah hendaknya mengenali betul tanda-tanda mencolok yang ada di pondokan atau di kawasan terdekatnya. Perlu dicatat pula nomor-nomor telepon kepala rombongan, ketua kloter, kantor sektor, dan kantor daerah kerja (daker). Ada kalanya jamaah berusia lanjut kesulitan dalam mengingat lokasi karena itu jangan sampai tanda pengenal tertinggal.Begitu juga saat jamaah berada di Mina untuk pelontaran jumrah di Jamarat. Mereka sebaiknya memerhatikan betul nomor maktab dan alur jalan menuju Jamarat. Alur ini biasanya dibuat searah, baik jalur masuk maupun keluar. Di sepanjang jalan menuju tenda jamaah haji Indonesia, ditempatkan petugas dan dipasangi bendera merah putih.
  7. Bawa uang secukupnyaUntuk menghindari kehilangan uang, saat melakukan ibadah hendaknya jamaah membiasakan membawa uang secukupnya saja, misalkan, 100 riyal. Sisanya disimpan di deposit boks yang ada di pondokan atau dititipkan kepada petugas haji Indonesia di pondokannya.
  8. Mantapkan niatHal terakhir yang patut diingat adalah memantapkan niat dan sikap ikhlas selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Niat dan sikap ikhlas terbukti manjur untuk mengantarkan jamaah mendapatkan kemudahan dan kelancaran selama di Tanah Suci.
  9. Usahakan untuk jangan panik ketika semua hal yang sudah anda lakukan, berusahalah untuk tetap tenang jangan panic, karena panik hanya akan membuat anda tidak berpikir jernih dan semakin sulit untuk mengingat sesuatu. Solusinya tetap berdoa dan istirahat sejenak kemudian cobalah berkeliling untuk mencari jalan pulang ke hotel.
  10. Jangan pernah malu untuk bertanya, karena jika malu akan sesat di jalan, jadi jangan sungka untuk bertanya kepada petugas yang ada di sekitar anda ketika anda tersesat agar mereka bisa membantu anda dan menunjukan jalan pulang menuju ke hotel tempat anda menginap.
Antisipasi Agar Tidak Tersesat Saat Di Tanah Suci

Antisipasi Agar Tidak Tersesat Saat Di Tanah Suci

Mengenal tanda yang terdapat di pemondokan. Cara selanjut nya untuk menghindari lupa jalan, karena setiap tenda biasnya memilliki tanda bendera untuk Indonesia merah putih.  Selain itu tanda lainnya yang mencolok di area pemondokan. Atau jika lupa akan jalan pulang ke hotel, bisa mengingat no bus yang tertera dab arah-arah yang akan di lewati. Di usahakan jangan jauh-jauh dari tenda.

Selanjutnya adalah mengenal petugas haji Indonesia, atau untuk jamaah umroh bisa mengenal nama pembimbing dengan baik. Petugas haji biasanya memiliki seragam khusus dan akan berbeda dengan yang lainnnya. Dan yang terakhir adalah niat yang ikhlas. Dalam  melaksanakan ibadah haji atau umroh jamaah harus memiliki hati yang ikhlas, karena ini adalah salah satunya yang bisa mengantarkan jamaah pada kelancaran dan keselamatan.

Maka dari itu usahakan jangan sampai jauh dari rombongan dan jangan lupa untuk selalu berdoa.. Semoga anda terjauh dari hal-hal seperti itu dan perjalanan ibadah anda lancar dan mabrur..

 

Leave a Reply