Susu Hewani dan Susu nabati, Mana yang lebih Baik?

Saat ini terdapat beragam tipe susu. Tidak hanya susu sapi, ada susu kedelai, mede, almond, dan santan kelapa. Manakah yang paling sehat?

“Tergantung perusahaan pembuatnya,” kata Sara Haas, pakar gizi yang bicara atas nama Academy of Nutrition and Dietetics. “Saya meminta masyarakat untuk membaca label pada kemasan,” tuturnya.

Penganut vegetarian mungkin lebih memilih susu dari flora daripada hewan. Tetapi ditilik dari kandungan nutrisi, studi terbaru yang dimuat di Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition mengkonfirmasi bahwa susu dari bahan nabati bervariasi dalam faktor profil gizi.

Penulis jurnal tersebut merekomendasikan anak-anak untuk minum susu sapi, kecuali mereka yang punya argumen medis tidak bisa minum susu sapi.

Satu gelas dengan susu setidak sedikit 220 gram susu sapi mengandung kurang lebih delapan gram protein dan semacamga asupan kalsium yang disarankan. Susu sapi pun dengan cara alamiah mengandung potasium dan vitamin B12 tidak hanya juga diperkaya vitamin A dan D.

Dari segi gizi, susu berbasis nabati, tidak hanya susu kedelai, tidak ada yang mengandung lebih dari satu gram protein. Kecuali susu itu terbukti diperkaya protein.

Susu kedelai kerap mengandung protein setidak sedikit susu sapi, tetapi tidak mengandung kalsium. Kendati ada, juga susu kedelai yang diperkaya kalsium.

Santan alias susu kelapa mungkin tergolong yang paling miskin gizi. Tidak ada kandungan protein. Santan pun hanya mengandung sedikit kalsium.

Susu semacam almond dan mede terbukti mengandung protein dan mede mengandung kalsium. Sayangnya, kedua nutrisi itu hilang selagi pemrosesan.

Untuk mendongkrak profil gizinya, berbagai produsen memperkayanya untuk meningkatkan kandungan protein, kalsium fosfat alias kalsium karbonat dan vitamin.

Tetapi saat ini, para pakar tetap memperdebatkan apakah tambahan gizi itu diserap dan dipakai dengan cara efisien oleh tubuh semacam halnya nutrisi yang terkandung dengan cara alamiah dalam makanan.

Kalsium yang ada di susu sapi terbukti dengan cara alamiah ada di dalamnya dan diserap lebih baik oleh tubuh.

“Susu sapi itu mengandung laktosa dan kasein yang mana mampu menolong untuk meningkatkan penyerapan kalsium. sedangkan kalsium sendiri bisa menolong penyerapan vitamin D,” kata Sina Gallo, asisten profesor nutrisi dan makanan di George Mason University.

“Ada sinergi yang terjadi di antara makanan-makanan tersebut. Semuanya bekerja sama,” katanya.

Jumlah vitamin D dalam minuman berbasis nabati itu bervariasi. Studi dari 2014 terhadap 2.831 anak menemukan, anak yang minum susu non sapi mempunyai kadar vitamin D dalam darah yang lebih rendah dibandingkan yang minum susu sapi.

Terdapat zat tambahan lain pula dalam minuman berbasis nabati. Zat semacam guar gum, xanthan gum alias carrageenan tidak jarang ditambahkan untuk meningkatkan kelezatan dan kelembutan minuman itu.

Berbagai zat tambahan itu berhubungan dengan reaksi alergi alias persoalan pencernaan. FDA telah memperingatkan bahaya memberbagi minuman mengandung xanthan gum terhadap balita.

Kandungan lemak, gula dan pemanis dan kalori pun wajib dipertimbangkan. Kandungan itu lumayan tinggi pada minuman berbasis tumbuhan.

Source: Susu Ibu Hamil

Leave a Reply