Menperin Harapkan Peternak Sapi Pacu Produksi Susu

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memohon pada beberapa peternak sapi perah didalam negeri untuk selalu tingkatkan produksi susu bersamaan tingkat keperluan industri olahan susu nasional yang semakin tinggi.

Karenanya, dibutuhkan program kemitraan dalam usaha penambahan daya saing industrinya lantaran di dukung pemenuhan bahan baku susu fresh yang berkaitan serta berkwalitas baik.

” Industrinya telah bertambah namun supply dari domestiknya alami penurunan. Oleh karenanya, yang bakal kami dorong yaitu bagaimana peternak sapi kita dapat tingkatkan produksi susu segarnya. Terlebih keperluan product susu di pasar dalam negeri serta ekspor juga naik, ” katanya dalam info tercatat, Minggu (8/1/2017).

Airlangga juga mengajak orang-orang untuk berinvestasi dalam dunia peternakan sapi perah. Pasalnya, sampai kini peternakan pada umumnya belum dikira jadi usaha yang menjanjikan.

Kemenperin mencatat, keperluan bahan baku susu fresh dalam negeri (SSDN) untuk susu olahan sekarang ini sejumlah 3, 8 juta ton dengan supply bahan baku susu fresh dalam negeri cuma sekitaran 798 ribu ton serta selebihnya masihlah diimpor berbentuk Skim Milk Powder, Anhydrous Milk Fat, serta Butter Milk Powder dari beragam negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, serta Uni Eropa.

Disamping itu, tingkat mengkonsumsi susu perkapita orang-orang Indonesia sekarang ini rata-rata 12, 1 kg per th. setara susu fresh. Tingkat mengkonsumsi itu masihlah dibawah negara-negara ASEAN yang lain seperti Malaysia yang meraih 36, 2 kg per th., Myanmar 26, 7 kg per th., Thailand 22, 2 kg per th., serta Filipina 17, 8 kg per th.

Pada saat yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mangatakan, pihaknya bakal menyinergikan program dengan BBIB Singosari untuk penambahan keperluan susu nasional. Kemendag akan memohon BBIB Singosari untuk melakukan program penambahan populasi sapi perah.

“Kami bakal merumuskan referensi harga susu serta penyerapannya hingga peternak memperoleh kepastian bila hasil produksinya terserap. Berbarengan dengan Mentan, kami akan membuat keperluan yang dibutuhkan BPIB sekarang ini, ” tuturnya.

Kepala BBIB Singosari Enniek Herwijanti mengungkap, keperluan semen beku didapat dari bermacam type sapi di semua Indonesia. Sedang untuk keperluan bibit sapi impor, Enniek mengatakan, diperlukan pengembangan serta menambahkan pejantan sebagai sumber sperma.

Hasil produksi semen beku untuk ternak produksi susu di BBIB sampai kini beberapa besar telah dibeli oleh Jawa Timur. Karenanya perlu menambahkan, bila nanti mesti mensupport program keperluan sapi penghasil susu.

“Semen beku untuk sapi-sapi impor seperti type Limosin serta Simental itu 75 % dibeli Jawa Timur. Mereka mempunyai 32 % dari populasi sapi di Indonesia, ” katanya.

di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, Jawa Timur.

Leave a Reply